Saya mengalami gangguan kesehatan (sakit) dan tidak dapat melanjutkan studi selama beberapa waktu sehingga mengganggu waktu penyelesaian perkuliahan saya. Apakah saya dapat mengajukan cuti perkuliahan?

Penerima Beasiswa diperbolehkan untuk mengambil cuti perkuliahan apabila memenuhi keadaan sebagai berikut:

  • Sakit yang mengharuskan Penerima Beasiswa cuti kuliah, dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
  • Keadaan darurat di negara tempat studi yang mengakibatkan Penerima Beasiswa tidak dapat melanjutkan¬† perkuliahan untuk sementara waktu, dibuktikan dengan keterangan dari kantor perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan studi;
  • Hamil dan/atau melahirkan bagi Penerima Beasiswa wanita;
  • Penerima Beasiswa mendapatkan tugas mendesak dari pimpinan tertinggi kementerian/lembaga negara untuk kepentingan nasional untuk jangka waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun; dan/atau Keadaan lain yang disetujui oleh LPDP.

Penerima Beasiswa yang hendak mengajukan permohonan cuti kuliah wajib:

  • Melampirkan permohonan cuti kuliah disertai alasan dan dokumen pendukung yang lengkap kepada LPDP dengan membuat tiket bantuan melalui¬†www.crmlpdp.kemenkeu.go.id;
  • Menerima segala keputusan LPDP atas permohonan cuti kuliah yang diajukan.

Cuti kuliah hanya dapat diberikan untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) semester, kecuali karena alasan Penerima Beasiswa mendapatkan tugas mendesak dari pimpinan tertinggi kementerian/lembaga negara untuk kepentingan nasional sebagaimana di atas. Perpanjangan masa studi hanya dapat diberikan sebagai akibat dari persetujuan cuti kuliah, kecuali cuti kuliah karena alasan hamil dan/atau melahirkan bagi Penerima Beasiswa wanita. Apabila cuti kuliah berimplikasi pada perpanjangan studi, Penerima Beasiswa yang mendapat persetujuan cuti kuliah dari LPDP diwajibkan untuk menyampaikan perubahan LoA Unconditional kepada LPDP agar perubahan masa studi dapat ditetapkan dengan Keputusan Direktur Utama LPDP.



Was this article helpful?

Related Articles